Kenapa Label Skincare Terlihat “Ribet”?
Banyak istilah di label skincare sebenarnya ditujukan untuk:
- menjelaskan fungsi produk
- menunjukkan keamanan atau klaim tertentu
- memberi gambaran cara kerja formula
Masalahnya, istilah tersebut sering menggunakan bahasa teknis, bukan bahasa konsumen sehari-hari. Akibatnya, banyak orang membeli produk hanya berdasarkan klaim besar, tanpa benar-benar tahu artinya.
Istilah Umum di Label Skincare & Artinya
1. Non-Comedogenic
Artinya: produk ini dirancang agar tidak menyumbat pori-pori.
👉 Cocok untuk:
- kulit berjerawat
- kulit kombinasi
- kulit yang mudah muncul komedo
Namun perlu diingat, non-comedogenic bukan jaminan 100% bebas jerawat, karena reaksi kulit setiap orang berbeda.
2. Dermatologically Tested
Artinya: produk telah diuji pada kulit (biasanya oleh dermatolog atau di bawah pengawasan ahli).
Ini menunjukkan:
- tingkat keamanan yang lebih baik
- risiko iritasi yang lebih rendah
Tapi, istilah ini tidak selalu berarti cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.
3. pH Balanced / Low pH
Artinya: tingkat keasaman produk mendekati pH alami kulit (sekitar 5.5).
Manfaatnya:
- membantu menjaga skin barrier
- mengurangi risiko kulit terasa ketarik atau kering
- cocok untuk penggunaan harian
Produk dengan pH seimbang sering direkomendasikan untuk cleanser dan toner.
4. Active Ingredients
Ini adalah bahan aktif utama yang bekerja langsung pada masalah kulit, misalnya:
- Niacinamide → mencerahkan & memperkuat skin barrier
- Hyaluronic Acid → menjaga kelembapan
- Salicylic Acid → membantu membersihkan pori
Yang penting bukan hanya apa bahannya, tapi juga:
- konsentrasinya
- kombinasi dengan bahan lain
- cara dan frekuensi pemakaian
5. Alcohol-Free / Fragrance-Free
Istilah ini sering dicari oleh pemilik kulit sensitif.
- Alcohol-Free: mengurangi risiko kulit kering atau iritasi
- Fragrance-Free: lebih aman untuk kulit reaktif
Namun, tidak semua alkohol atau fragrance itu “buruk”—konteks formulasi tetap penting.
Cara Membaca Ingredients List dengan Lebih Cerdas
Urutan ingredients di label biasanya disusun dari:
➡ kandungan tertinggi ke terendah
Artinya:
- 5–6 bahan pertama biasanya paling berpengaruh
- bahan aktif di urutan akhir bisa saja kadarnya kecil
Daripada terpaku pada satu bahan populer, lebih baik melihat keseluruhan komposisi dan tujuan produknya.
Kenapa Semakin Banyak Konsumen Memilih Formula yang Lebih Sederhana?
Di tengah banjir istilah dan klaim, banyak konsumen kini justru:
- mencari produk dengan fungsi jelas
- menghindari formula terlalu kompleks
- fokus pada kenyamanan jangka panjang
Pendekatan ini juga terlihat pada beberapa brand yang menekankan fungsi dasar kulit, bukan janji instan. Misalnya, produk Zoicy cenderung menampilkan klaim yang lebih straightforward dan komposisi yang mudah dipahami—membantu konsumen merasa lebih yakin saat membaca labelnya.

Kesimpulan: Label Bukan untuk Menakuti, Tapi Membantu
Istilah di label skincare sebenarnya dibuat untuk memberi informasi, bukan membuat bingung.
Dengan memahami arti dasarnya, kamu bisa:
- memilih produk yang lebih sesuai
- menghindari overclaim
- membangun rutinitas skincare yang lebih rasional
Ingat, skincare yang baik bukan yang paling rumit,
tapi yang paling relevan dengan kebutuhan kulitmu.